Posted on 2011 under Bandung |
3
Nov
Bismillah
Saya berani bertaruh bahwa hampir seratu persen penduduk bumi sangatlah muak dengan kemacetan. Bagi mereka yang tinggal di jakarta mungkin sudah sangat kenyang dengan suasana kemacetan yang hampir setiap hari terjadi. Lalu bagaimana dengan Bandung?, setiap akhir pekan, bisa dipastikan Bandung akan macet, dengan asumsi, banyak wisatawan dari luar kota berkunjung ke Bandung, dan asumsi selanjutnya adalah pendapatan kota bandung akan meningkat. Sehingga, KATANYA dari salah seorang pejabat di Bandung…Kemacetan menjadi indikasi pertumbuhan ekonomi…Apa benar? Lalu mengapa kemarin di hari rabu Bandung pun tetap macet? Apakah juga indikasi pertumbuhan ekonomi? sehingga saya harus pulang begitu larut…*curcol blogger*
lagi pula, jika pemerintah bandung sudah tahu bahwa pada waktu tertentu bandung akan penuh, mengapa tidak dibuat solusinya? dan kita sebagai masyarakat pengguna jalan raya ,apa hanya bisa mengutuki pemerintah tanpa ikut andil untuk solusi kemacetan? Rasanya tidak adil juga.
Mari kita merenung sejenak, Apa yang telah dihasilkan dari sebuah kemacetan? Mengapa kemacetan tak bisa berakhir meski berbagai solusi telah dicanangkan? mengapa kemacetan tak juga usai padahal ribuan sarjana planologi, sipil, dan segala aspek keilmuan yang berkaitan alias orang-orang pintar dihasilkan oleh bangsa ini?
Indikasi pertumbuhan ekonomi dapat dilihat dari kemacetan? Rasanya sulit saya terima. Lalu apakah tidak lagi dapat dimengerti pepatah waktu adalah uang? Bagaimana mungkin kita bisa meningkatkan produktifitas dengan 2 hingga 5 jam hanya duduk masem saat terkena macet? Bagaimana mungkin tanpa produktifitas akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi? atau jika dengan macet saja akan terjadi pertumbuhan ekonomi, bagaimana dengan keadaan tanpa macet? bisa-bisa kemakmuran dimana-mana..
Apakah indikasi pertumbuhan ekonomi yang dimaksud adalah bertambahnya pendapatan para pengemis karena memiliki kesempatan yang lebih banyak mengetuk satu persatu pintu mobil mewah yang terjebak kemacetan? waw, jika begitu ajaib sekali negeri ini, meningkatnya pendapan pengemis artinya akan mendorong munculnya pengemis-pengemis baru, dengan hanya mengemis dimana kita harus berbicara produktivitas bahkan pertumbuhan ekonomi?
Apakah indikasi pertumbuhan ekonomi tersebut dilihatnya dari semakin panjangnya deretan mobil mewah di arena kemacetan? ironis sekali rasanya jika kita bandngkan dengan alasan sebelumnya.
Jika saja pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan pemerintah merata keseluruh pelosok negeri, saya rasa hal ini dapat menjadi solusi bagi kemacetan. Pertumbuhan ekonomi yang merata artinya akan ada kesejahtraan yang merata di pelosok negeri, dengan begitu menekan keinginan pendatang ke kota-kota besar. Artinya akan menekan kepadatan penduduk dikota-kota besar yang rentan dengan kemacetan.
Jika saja orang-orang di negara yang katanya bersahaja ini berhenti berikap mewah, saya rasa ini pun menjadi solusi. Ini bukan perkara, mampu tidaknya anda membeli sebuah mobil mewah. Namun bayangkan jika sebagian besar orang menggunakan fasilitas kendaraan umum, jumlah mobil dijalan raya akan berkurang, penggunaan BBM pun berkurang, energi yang dihabiskan juga berkurang, polusi tentu saja berkurang, artinya, kita bisa menghemat banyak energi buat masa depan, mengurangi tingkat polusi artinya meningkatkan kualitas hidup yang lebih sehat. Saatnya orang-orang berhenti memikirkan diri sendiri dengan duduk adem di dalam mobil mewah ber AC padahal disatu sisi mereka menjadi penyumbang utama kemacetan dan polusi udara.
Jika alasan tidak ingin menggunakan fasilitas umum adalah kenyamanan, mengapa tidak mencoba berpikir terbalik. Jika setiap orang mau menggunakan fasilitas umum, artinya pendapatan meningkat, dan dana perbaikan untuk kenyamanan fasilitas umum dapat ditingkatkan. Macet berkurang, bahkan dapat terhindar sama sekali, produktivitas meningkat, pendatapan otomatis juga akan meningkat, kualitas hidup pun menjadi lebih baik..
Kalau tidak memulai dari diri sendiri, tidak ambil peran serta untuk perubahan ini, jangan mengeluh saat macet menguras energi, waktu dan pikiran.
Mulai dari sekarang, simpan sepeda motor untuk jarak terjangkau, maka berjalan kaki sajalah..parkir mobil anda, untuk jarak jauh, cobalah mulai menggunakan fasilitas umum..saya rasa ini kontribusi nyata kita bagi solusi kemacetan.
-yang bosan dengan macet-
http://kuntawiaji.tumblr.com/post/10624294487
Posted on 2011 under DIY - Sepeda MTB |
17
Aug
Sebelum memutuskan untuk membeli Bottom Bracket, Jenis Crankset bagaimana dulu yang hendak kamu pakai. Sebab Bottom bracket ada yang panjang ‘spindle’ nya ada yang pendek (poros kayuh). Jangan salah membeli, jadi antisipasinya adalah beli dulu Crankset dan cocokan dengan chainstay,crankarm nya mentok tidak.(itu sih berdasarkan pengalaman gue tea).
Di bottom bracket selalu tertulis R dan L. Yang R masukan perlahan dengan jari saja dulu hingga drat nya benar-benar pas masuk (tidak miring). Kalo miring maka akan merusak drat di frame dan di BB nya sendiri, sehingga ngga akan bisa masuk. Kalo dipaksa maka akan ‘slek’/dol’, jadi please be carefull.

Masukan BB dari sebelah kanan frame. drat BB yang bagian kanan harus diputar berlawanan arah jarum jam , perhatikan ! ini tidak biasa, ulir normal biasanya dikencangkan dengan arah memutar se arah jarum jam, namun drat BB sebelah kanan BERLAWAN ARAH JARUM JAM saat dikencangkan. sebelumnya pastikan BB dan drat di frame sudah di olesi grease yang sesuai, dan pastikan dratnya dalam keadaan bersih.
Gunakan tool yang sesuai. seperti kunci Gir dibawah ini. tentunya anda juga harus punya socket wrench untuk mengencangkan.

Setelah bagian kanan dikencangkan (harusnya memakai alat torque), masukan’mangkokan’ sebelah kiri ke bagian drat sebelah kiri frame, masukan perlahan dengan jari hingga drat di BB masuk tepat di drat framenya. setelah lurus, kencang mangkokan dengan menggunakan socket wrench.Perlu dikatahui bahwa untuk mangkokan sebelah kiri ini dikencangkan dengan arah jarum jam, pengencangan arah normal – ke kanan seperti pada umumnya.
Setelah semuanya OK,.lalu pasang crankset dan crankarm kiri kanan.

Ok. Semoga bermanfaat. Keep cycling bro!
Posted on 2011 under Explore with Bicycle |
17
Aug
Gue lagi nganggur, libur 17 agustusan. Sempetin nulis upgrade aja lah, kebetulan baru beres ganti frame sama fork. Frame saya pilih Element silver 7005 Alumunium. Sebelumnya pake frame TREK yang ngga jelas jenis alumuniumnya, dimana agak berat. Element silver 7005 lumayan ringan (lebih ringan lagi yang Element Gallen sebetulnya, tapi duitnya lebih berat). Pilih Element karena teman-teman blon ada yang pake sih, jadi biasalah, lebih beda lebih baik.
Saya kasih judul ‘small project’ karena upgrade nya kagak ‘edan-edan’ amat. komponen biasa saja, tapi lumayan lah buat XC.
Mengenai fork, setelah pilih sini pilih situ, mau Epicon, mau RST Platinum, mau RST omega, bulak balik , menimbang segi ringan dan beratnya, segi harga mahal dan murahnya, yah pusing,..balik lagi ke budget. Klo beli epicon, ane kagak bisa beli part yang lain, akhirnya pilihan jatuh malah ke yang tidak dituju, yaitu fork ‘RST Saturn’. Kebetulan harganya miring, karena ada sedikit lecet kata sipedagangnya, baru sih, no second. oke lah gua ambil.
Pilih saturn karena bahan magnesium, jadi ngga terlalu berat, empuk, kuat, lebih kuat dari suntour, dipake turunan ngga ‘ngelayang’, kokoh di ‘makadam’
Beberapa komponen masih pakai yang lama, maklum lah..budget. Komponen baru antara lain, Handlebar Uno 6061, stemp, Handgrip Bio Velo, Headset Token bearing, chain ring HG 24 speed, Front Derailleur Shimano Alivio, Sadle Racing United XS, Seatpost United, Bottom Bracket 111 DNL singapore, seatclamp, Disc brake Radius.
ok, ini dia taraaaaa!

Posted on 2011 under Explore with Bicycle |
20
Jul

klik gambar untuk memperbesar
Ukuran FRAME
Ukuran sepeda berdasarkan tinggi frame dibagi menjadi 2 macam yaitu :
1. Tinggi frame diukur dari tengah-tengah BB shell ke pertemuan antara 3 frame yaitu seattube,top tube,dan seat stay disebut ukuran center to center (C-C).
2. Tinggi frame diukur dari tengah-tengah BB shell ke bagian teratasseat tube disebut ukuran center to top(C-T).


Tabel C-T
Ukuran Frame dan Ketinggian Sadel
Kenyamanan berkendara tidak hanya tergantung padaposisi sadel ,tapi juga pada ketinggiannya. Anda dapat dengan akurat menyetel tinggisadelsesuai panjangkakianda bilamengikuti prosedur di bawah i n i :
1. Kencangkansadel.Tempatkan tumit kaki pada pedal terdekat dengan tanah. Pastikan crank pada posisi vertikal.
2. Jikatumit kaki anda membentuk sudut sekitar 30derajat, maka ketinggian sadel sudah tepat.
- Pastikan tanda batas pada seatpost beradadidalamframe. Jika tidak memungkinkan untuk mencapai ketinggian sadel yang tepat, anda harus memilih ukuranyang lebih panjang

Posisi ideal sadel adalah horisontal. Perhatikan pula kesejajaran sadel dengan toptube frame.
- Pastikan sadelterpasang dengan benar pada seat post dan posisi QR seat pin ke arah dalamkurang lebih sejajar dengan toptube.

Penyetelan V-Brake
1. Setel posisi sepatu remsehingga pas dengan bibir velgsaat direm, kemudian kencangkan dengan Kunci.
2. Masukkan inner cable pada inner cable lead dan amankan dengan mengencangkan cable fixingbolt.
3. Setel keseimbangan sepatu remkanan dan kiri dengan velg dengan memutar sekrup springtension adjustment sehingga jarak sepatu remkanan dankiridenganvelg sama (1mm).

4. Tekan tuasrem 10 kali sekeras mungkin dan ceksemuanya bekerja dengan benar temasuk sepatu rem dengan velg.

Penggantian Kanvas/Sepatu V-Brake
1. Lepas sepatu remdari lengan remv-brake dengan menggunakkankunci L5 mm.
2. Kemudian, untuk sepatu rem dengan cover, lepaskan dahulu pin pengaman.
3. Lepaskan sepaturem dar icover dengan mendorongnya sepanjang jalur cover.
4. Pastikan menggunakan pad rem yang benar untuk tiap sisi. Karena untuk sisi kanan dan sisi kiri berbeda.
5. Pasang sepatu rembaru pada cover dan perhatikan tanda panah penunjuk arahnya dan lubang pin pengaman telihat.
6. Penggunaan pin pengaman sangat penting untuk menjaga pad rem tetap pada tempatnya.

Penyetelan Rem Disc-Brake
1. Tempatkan inner cable, dan kemudiankencangkan cable fixing bolt.
2. Ketika menekan tuas rem, set kaliper pada posisi yang diinginkan, kemudian kencangkan kaliper fixing bolt.
3. Kendurkan pad adjustment screw sebanyak dua klik.
4. Tekan tuas rem 10kali sampai tuas menyentuh grip dan periksa bahwa tiap komponen tidak mengalami masalah, terutama antara rotor dan pad tidak bergesekan saat ban diputar.
5. Amankan tiga bolt dengan cap untuk menjaga agar bolt tidak terlepas.
6. Ketika pad mulai habis, setel lagi dengan mengencangkan pad adjustment screw sehingga jarak masing-masing pad dengan rotor 0,2-0,4 mm.
Penggantian Pad Disc-Brake
1. Lepas roda dari frame, kemudian lepas pad rem.

2. Kendurkan pad adjustment screw dan putar cable adjustment bolt pada tuas rem searah jarumjamuntuk mengendurkannya.
3. Pasang pad rem baru
4. Kencangkan pad adjustment screw sampai jarak antara pad dengan rotor 0,2-0,4 mm.
5. Periksa bahwa pad rem dengan rotor tidak bergesekan, dan tidak ada masalah ketika tuas rem ditekan.
Bongkar pasang roda depan dengan Quick Release (QR)
A. Melepas roda depan
1. Buka / kendurkan rem.
2. Putar tuas QR dari posisi terkunci atau CLOSEkeposisiOPEN.
3. Jika garpu depan tidak memiliki ring penahan sekunder, langsung lakukan langkah no.5.
4. Jika garpu depan memiliki ring penahan sekunder, lepaskan dari garpu.
5. Jika garpu depan memiliki penahan sekunder integral, kendurkan tension adjusting nut sekitar 6 putaran penuh.
6. Angkat roda depandan ketuk bagian atasnya dengan telapak tangan sehingga roda terlepas dari garpu.

B. Memasang roda depan
1. Putar tuas QR padaposisi OPEN.
2. Saat garpu menghadap depan, masukkan roda antara fork blade sehinggaasduduk tepat pada fork dropout. Tuas QR harus berada di sisi kiri sepeda. Jika memiliki ring penahan sekunder, pasang.
3. Tahan tuas QR padaposisi OPEN dengan tangan kanan, kencangkan tension adjusting nut dengan tangankiri.
4. Saat memasukan roda pada fork dropout, di saat yang sama luruskan posisi velg terhadap fork, putar tuas QR keatas dan dorong pada posisi CLOSE. Tuas harus sejajar denganfork blade.
PERHATIAN :
Jika saat mendorong tuas QR pada posisi CLOSE terasa ringan, maka tekanan masih kurang. Buka tuas QR, putar tension adjusting nut searah jarumjam1/4putaran, dan coba dorong lagi ke posisi CLOSE.
5. Jika tuas tidak dapat ditutup pada posisi segaris dengan fork blade, buka kembali tuas QR. Kemudian putar tension adjusting nut 1/4putaran melawan jarum jam dan coba kencangkan kembali tuasnya.
6. Tutup/kencangkankembali rem, putar roda untuk memastikan posisinya berada di tengah-tengah frame dan tidak bergesekan dengan sepatu rem.
Bongkar pasang roda belakang dengan Quick Release (QR)
A. Melepas roda belakang
1. Buka / kendurkan rem.
2. Pindahkan derailleur belakang pada sproket terkecil dan tarik bodi derailleur ke belakang dengan tangan kanan.
3. Putar tuas QR padaposisi OPEN.
4. Angkat roda belakang dari tanah dan dengan derailleur masih ditarik ke belakang, dorong roda ke depan dan bawah sampai keluar dari frame dropout.
B. Memasang roda belakang
1. Pindahkan derailleur belakang pada sproket terkecil dan tarik bodi derailleur ke belakang dengan tangan kanan.
2. Putar tuas QR padaposisi OPEN. Tuas QR harus pada posisi sebelah kiri sepeda (bukan pada posisi derailleur dan sproket belakang).
3. Letakan rantai di atas sproket terkecil. Kemudian masukkan roda pada frame dropout dan tarik terus sampai as benar-benar masuk pada dropout.
4. Kencangkan adjusting nut sampai benar-benar kencang, putar tuas QR kearah depansampai posisinya sejajar dengan chainstay atauseatstay.
PERHATIAN
Jika saat mendorong tuas QR pada posisi CLOSE terasa ringan, maka tekanan masih kurang. Buka tuas QR, putar tension adjusting nut 1/4 putaran searah jarumjam, dan coba dorong lagi keposisi CLOSE.
5. Jika tuas tidak dapat ditutup pada posisi sejajar dengan fork blade, buka kembali tuas QR. Kemudian putar tension adjusting nut 1/4putaran melawan jarum jam dan coba kencangkan kembali tuasnya.
6. Dorong derailleur belakangkembali ke posisinya.
7. Tutup/kencangkankembali rem, putar rodauntukmemastikan posisinya berada ditengah – tengah frame dan dan tidak menggesek sepatu rem.
Perawatan Sepeda
Pengecekanrutin sepeda baru anda dapat menghasilkan :
* Sepeda berjalan dengan halus
* Komponen sepeda menjadi awet.
* Sepeda jadi lebih aman dikendarai
* Biaya perbaikan lebih murah.
Dibawah ini adalah tabel jadwal pelumasan sepedayangbisa anda ikuti agar sepeda Polygon anda dapat menghasilkan point-point di atas :

Keselamatan Bersepeda
1. Mematuhi semuaperaturan lalu-lintas.
2. Pastikan bahwa ukuran sepeda sesuai dengan pengendara, sehingga pengendara dapat menjangkau tuas rem dengan benar.
3. Pastikan bahwa semua rem dans epeda bekerja dengan sempurna.
4. Selalu menggunakan lampu di malam hari dan memasang reflektor dengan benar.
5. Jangan pernah dua orang mengendari sepeda yang didesain untuksatu orang (kecuali didesain khusus dan terpasang boncengan untukanak).
6. Jangan pernah berkendara dengan bertumpu pada kendaraan lain.
7. Jangan mengebut di kepadatan lalu-lintas.
8. Waspada pada mobil yang parkir (pintudapatterbuka setiap saat) dan mobil yang masuk ke jalan.
9. Gunakan tanda-tanda yang jelas ketika berbelok.
10. Membawa muatanyangsewajarnya. Jangan membawa muatan yang dapat mengganggu pengereman atau penglihatan.
11. Selalu gunakan helm.
Sumber : http://rogads.wordpress.com
Posted on 2011 under Explore with Bicycle |
6
Jul
Jarang sekali saya menulis. Sebetulnya Banyak sekali event gowes terlewati hingga hari ini yang tidak tersirat di Blog ini. Menulis hanya jika ada keinginan sepintas lalu langsung menulis. Dalam posting kali ini saya hanya mencoba upload image jalur sepeda menuju Tenda Biru di kawasan selatan Bandung. Jalur trek sepeda ini terbilang datar – no nanjak – no mudun. sebuah trek kecil goues XC santai dimana sebagai tempat menikmati alam terbuka kawasan sawah yang terhampar luas di daerah Bandung selatan. Silahkan telaah Jalan-jalan nya , kemana saja jalurnya mulai dari arah Soekarno Hatta.Sebelumnya mohon maaf kalo petanya kurang jelas. Untuk memperbesar gambar : tekan ctrl+, menormalkan kembali ctrl 0 (nol).salam Goues.

Atau bisa juga pake jalur alternatif,..lewat Derwati,..sapan..dan selanjutnya,..see peta dibawah : ntuk memperbesar gambar : tekan ctrl+, menormalkan kembali ctrl 0 (nol).salam Goues.
