Escape from stagnancy by cycling – Bersepeda ke tempat kerja

Bandung macet

Bismillah

Saya berani bertaruh bahwa hampir seratu persen penduduk bumi sangatlah muak dengan kemacetan. Bagi mereka yang tinggal di jakarta mungkin sudah sangat kenyang dengan suasana kemacetan yang hampir setiap hari terjadi. Lalu bagaimana dengan Bandung?, setiap akhir pekan, bisa dipastikan Bandung akan macet, dengan asumsi, banyak wisatawan dari luar kota berkunjung ke Bandung, dan asumsi selanjutnya adalah pendapatan kota bandung akan meningkat. Sehingga, KATANYA dari salah seorang pejabat di Bandung…Kemacetan menjadi indikasi pertumbuhan ekonomi…Apa benar? Lalu mengapa kemarin di hari rabu Bandung pun tetap macet? Apakah juga indikasi pertumbuhan ekonomi? sehingga saya harus pulang begitu larut…*curcol blogger*
lagi pula, jika pemerintah bandung sudah tahu bahwa pada waktu tertentu bandung akan penuh, mengapa tidak dibuat solusinya? dan kita sebagai masyarakat pengguna jalan raya ,apa hanya bisa mengutuki pemerintah tanpa ikut andil untuk solusi kemacetan? Rasanya tidak adil juga.

Mari kita merenung sejenak, Apa yang telah dihasilkan dari sebuah kemacetan? Mengapa kemacetan tak bisa berakhir meski berbagai solusi telah dicanangkan? mengapa kemacetan tak juga usai padahal ribuan sarjana planologi, sipil, dan segala aspek keilmuan yang berkaitan alias orang-orang pintar dihasilkan oleh bangsa ini?

Indikasi pertumbuhan ekonomi dapat dilihat dari kemacetan? Rasanya sulit saya terima. Lalu apakah tidak lagi dapat dimengerti pepatah waktu adalah uang? Bagaimana mungkin kita bisa meningkatkan produktifitas dengan 2 hingga 5 jam hanya duduk masem saat terkena macet? Bagaimana mungkin tanpa produktifitas akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi? atau jika dengan macet saja akan terjadi pertumbuhan ekonomi, bagaimana dengan keadaan tanpa macet? bisa-bisa kemakmuran dimana-mana..

Apakah indikasi pertumbuhan ekonomi yang dimaksud adalah bertambahnya pendapatan para pengemis karena memiliki kesempatan yang lebih banyak mengetuk satu persatu pintu mobil mewah yang terjebak kemacetan? waw, jika begitu ajaib sekali negeri ini, meningkatnya pendapan pengemis artinya akan mendorong munculnya pengemis-pengemis baru, dengan hanya mengemis dimana kita harus berbicara produktivitas bahkan pertumbuhan ekonomi?

Apakah indikasi pertumbuhan ekonomi tersebut dilihatnya dari semakin panjangnya deretan mobil mewah di arena kemacetan? ironis sekali rasanya jika kita bandngkan dengan alasan sebelumnya.

Jika saja pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan pemerintah merata keseluruh pelosok negeri, saya rasa hal ini dapat menjadi solusi bagi kemacetan. Pertumbuhan ekonomi yang merata artinya akan ada kesejahtraan yang merata di pelosok negeri, dengan begitu menekan keinginan pendatang ke kota-kota besar. Artinya akan menekan kepadatan penduduk dikota-kota besar yang rentan dengan kemacetan.

Jika saja orang-orang di negara yang katanya bersahaja ini berhenti berikap mewah, saya rasa ini pun menjadi solusi. Ini bukan perkara, mampu tidaknya anda membeli sebuah mobil mewah. Namun bayangkan jika sebagian besar orang menggunakan fasilitas kendaraan umum, jumlah mobil dijalan raya akan berkurang, penggunaan BBM pun berkurang, energi yang dihabiskan juga berkurang, polusi tentu saja berkurang, artinya, kita bisa menghemat banyak energi buat masa depan, mengurangi tingkat polusi artinya meningkatkan kualitas hidup yang lebih sehat. Saatnya orang-orang berhenti memikirkan diri sendiri dengan duduk adem di dalam mobil mewah ber AC padahal disatu sisi mereka menjadi penyumbang utama kemacetan dan polusi udara.

Jika alasan tidak ingin menggunakan fasilitas umum adalah kenyamanan, mengapa tidak mencoba berpikir terbalik. Jika setiap orang mau menggunakan fasilitas umum, artinya pendapatan meningkat, dan dana perbaikan untuk kenyamanan fasilitas umum dapat ditingkatkan. Macet berkurang, bahkan dapat terhindar sama sekali, produktivitas meningkat, pendatapan otomatis juga akan meningkat, kualitas hidup pun menjadi lebih baik..

Kalau tidak memulai dari diri sendiri, tidak ambil peran serta untuk perubahan ini, jangan mengeluh saat macet menguras energi, waktu dan pikiran.
Mulai dari sekarang, simpan sepeda motor untuk jarak terjangkau, maka berjalan kaki sajalah..parkir mobil anda, untuk jarak jauh, cobalah mulai menggunakan fasilitas umum..saya rasa ini kontribusi nyata kita bagi solusi kemacetan.

-yang bosan dengan macet-

http://kuntawiaji.tumblr.com/post/10624294487

Leave a comment

Name: (Required)

eMail: (Required)

Website:

Comment:

 
Add to Google Reader or HomepageSubscribe in NewsGator OnlineAdd to My AOLSubscribe in BloglinesAdd to The Free DictionaryAdd to WebwagAdd to fwicki

Mang nkd

Recreational cycling is perhaps the most satisfying way to get exercise, fresh air and improve your health compared to any other form of recreation. Getting there under your own power is rewarding. The views an experiences along the way are part of the world in which you live, instead of one you merely drive through