Escape from stagnancy by cycling – Bersepeda ke tempat kerja

Berhenti merokok

Saya pernah merasakan merokok itu enak,..setelah beberapa tahun berjalan, merokok mulai terasa nyelekit di dada tiap kali bangun dari tidur. Saat itulah mulai muncul keinginan untuk berhenti merokok, karena saat itu pula kenapa badan diriku kurus dan begang wae,…

Salah satu cara untuk berhenti merokok adalah seperti yang dijelaskan di postingan lain di kategori yang sama, yaitu pernafasan.

cara yang lain sebagai pendukung berhenti merokok adalah lakukan mulai hari ini juga untuk menyebarkan info “saya berhenti merokok”. Ucapkan kalimat “SAYA BERHENTI MEROKOK” ke istri anda, ke anak anda, ke ayah, ibu, ke teman-teman anda, saudara-saudara anda dan semua orang yang anda kenal.

of course selain itu you should also have niat yang kuat for quit smoking.

Apabila anda di kemudian hari bertemu dengan orang – orang dekat anda atau teman – teman anda dimana anda sudah memberitahukan mereka bahwa anda ‘sudah berhenti merokok’, apabila ketahuan anda merokok didepan mereka, maka mereka akan mengingatkan anda, setidaknya anda malu sudah berbohong pada mereka, sehingga setidaknya anda akan bersembunyi dari mereka untuk merokok yang pada akhirnya akan mengurangi frekwensi menyedot rokok per harinya, eventually you will quit for smoking!

buat kompensasi atas kebohongan anda terhadap orang – orang dekat anda apabila anda ketahuan merokok di depan mereka, misalkan anda akan membayar orang yang sudah diberitahu oleh anda sejumlah uang sekian Rp karena anda lupa akan janji anda untuk tidak merokok lagi.

OK, take it easy, KIS..Keep it Simple,..don’t be too serious…

2 Comments so far »

  1. by Wavatar adita rahman, on March 24 2009 @ 4:45 am

     

    Ada tehnik yang sangat cepat untuk berhenti merokok yakni SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique) yang dikembangkan oleh Ahmad Faiz Zainuddin bersama PT. LoGOS Institute. Dengan menggunakan ketukan pada titik energy meridian hanya dalam waktu 5-50 menit, seorang yang kecanduan rokok tidak mau merokok lagi.

    Adapun tahapannya adalah :

    1. Menghilangkan rasa enaknya rokok. efeknya sangat cepat, rokok rasanya sudah tidak enak, hambar, bahkan bisa sampai muntah jika merokok.

    2. Menghilangkan background emosi yang menyertai. Supaya kebiasaan merokok tidak kembali lagi, maka emosi (faktor psikologis) yang menyertai misal : Jika tidak merokok tidak bisa konsentrasi, setelah makan harus merokok, merokok karena stress dll. maka emosi2 itu dihilangkan juga dengan tehnik SEFT. jika 2 tahapan ini selesai maka perokok akan meninggalkan rokok secara permanent.

    3. Menghilangkan rasa kehilangan kebiasaan merokok (yang sudah menemani bertahun-tahun). ada orang yang punya kebiasaan lain karena hilangnya kebiasaan merokok, misal sering minum yang manis2, dll. Maka hal ini juga bisa diatasi dengan SEFT.

    Sudah ribuan orang yang menggunakan tehnik ini, dan berhasil sangat cepat menghilangkan kecanduan merokok. LoGOS Institute bersama BAZNAS juga pernah memecahkan rekor MURI untuk terapi rokok terbanyak sekitar 1500 pelajar perokok dengan menggunakan tehnik SEFT. dan hasilnya sangat luar biasa.

    Tehnik ini sangat mudah dan bisa dipelajari sendiri oleh setiap orang. Tanpa obat sehingga tidak ada efek samping. Berdasarkan riset ilmiah. Bahkan ada bukunya juga yang ditulis oleh Ahmad Faiz Zainuddin.

    Info SEFT dan buku SEFT

  2. by Wavatar nkd, on March 25 2009 @ 4:36 am

     

    Hai Adita,..

    Thanks for a very good info,..katakan TIDAK! untuk rokok.

    hidup oksigen bersih!

Comment RSS · TrackBack URI

Leave a comment

Name: (Required)

eMail: (Required)

Website:

Comment:

 
Add to Google Reader or HomepageSubscribe in NewsGator OnlineAdd to My AOLSubscribe in BloglinesAdd to The Free DictionaryAdd to WebwagAdd to fwicki

Mang nkd

Recreational cycling is perhaps the most satisfying way to get exercise, fresh air and improve your health compared to any other form of recreation. Getting there under your own power is rewarding. The views an experiences along the way are part of the world in which you live, instead of one you merely drive through