Escape from stagnancy by cycling – Bersepeda ke tempat kerja

gowes sambil hujanBulan desember 2014 ini musimnya hujan, tapi tidak membuat surut untuk tetap gowes.
Ternyata gowes di saat hujan hujanan itu asiek. Saat Bike To Home setelah seharian kerja merupakan keasikan tersendiri bagi saya. Orang kebanyakan mungkin berpikir tidak seperti itu. ‘Ngapain hujan hujan sepedahan’, Gitu barangkali menurut pendapat banyak orang. Namun lain halnya bagi seorang pedaling sejati, gowes hujan hujanan adalah bukan halangan untuk tidak gowes.

Saat hujan , jalanan di Bandung cenderung lebih lengang oleh kendaraan motor. Karena pengendara motor banyak yang berteduh untuk menunggu hujan reda. Sebagai pegowes, kondisi ini menambah kenyamanan dalam mengayuh, tidak perlu terlalu khawatir tersenggol pengendara motor, karena kepadatan lalulintas berkurang.

Hal lain adalah cuaca lebih segar dan adem,..dingin memang tapi enjoy (nikmati aja).
Meskipun enjoy, memakai Jas Hujan adalah syarat utama untuk kenyamanan. Pakailah jas hujan yang fleksibel dan terutama yang kedap air, gunakan jas hujan yang tanpa di jahit, akan tetapi yang di press. Pakailah jas hujan yang mempunyai tutup kepala, helm dipakai diatasnya.

Lindungi semua bawaan dari cipratan air, seperti Rain Cover untuk melindungi Tas pannier. Hal yang penting juga adalah fender / spakbor harus di pasang untuk melindungi cipratan air. Jika perlu, gunakan kaca mata yang anti embun supaya penglihatan tetap jelas ketika hujan.

Demikian semoga gowes tetap nyaman.

 
Add to Google Reader or HomepageSubscribe in NewsGator OnlineAdd to My AOLSubscribe in BloglinesAdd to The Free DictionaryAdd to WebwagAdd to fwicki

Mang nkd

Recreational cycling is perhaps the most satisfying way to get exercise, fresh air and improve your health compared to any other form of recreation. Getting there under your own power is rewarding. The views an experiences along the way are part of the world in which you live, instead of one you merely drive through